Menguak Makna Lailatul Qodar

Agama71 Dilihat

Lamongan.sebarwarta.com 10/03/2026
Lailatul Qadar adalah salah satu momen paling sakral dalam agama Islam, yang terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Secara harfiah, “Lailah” berarti malam dan “Qadar” dapat diartikan sebagai kemuliaan, penetapan, atau kesempitan.

Dalil utama Lailatul Qadar sudah tertuang dalam QS. Al-Qadr (97): 1-5, yang menegaskan malam tersebut lebih baik dari seribu bulan, malam turunnya malaikat membawa ketetapan, dan penuh kedamaian hingga fajar. Selain itu, QS. Ad-Dukhan (44): 3 menyebutnya sebagai malam diberkahi untuk menurunkannya Al-Qur’an.

Al-Qur’an (Surat Al-Qadr 97: 1-5)
Ayat 1: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”
Ayat 3: “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
Ayat 4-5: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Dalil Hadits tentang Waktu dan Keutamaan
Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir: “Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Kewajiban Beribadah: “Rasulullah ﷺ berusaha lebih giat dalam ibadah pada sepuluh malam terakhir dibanding malam lainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pengampunan Dosa:  “Barangsiapa shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)

Doa Khusus Lailatul Qadar
Aisyah RA bertanya tentang doa, lalu Rasulullah ﷺ bersabda: “Ucapkanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi)

Berikut adalah uraian mengenai arti dan makna mendalam dari Lailatul Qadar:

1. Arti Secara Bahasa dan Istilah

Malam Kemuliaan: Disebut demikian karena malam ini memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah, bahkan lebih baik dari seribu bulan (sekitar 83 tahun 4 bulan).

Malam Penetapan: Dipercaya sebagai waktu di mana Allah menetapkan takdir tahunan manusia, mulai dari rezeki, ajal, hingga keberuntungan.

Malam yang Sempit: Sebagian ulama mengartikannya sebagai malam yang “sempit” karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, sehingga bumi seolah menjadi penuh dan sesak oleh kehadiran mereka.

2. Makna Spiritual dan Filosofis

Turunnya Al-Qur’an: Makna utama Lailatul Qadar adalah sebagai peringatan diturunkannya Al-Qur’an dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia) sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Transformasi Diri: Malam ini menjadi simbol kesempatan bagi seseorang untuk menghapus masa lalu yang kelam dan memulai lembaran baru. Ibadah di malam ini setara dengan beribadah seumur hidup.

Kedamaian Total: Sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr, malam ini dipenuhi dengan salam (kesejahteraan) hingga terbit fajar. Ini melambangkan ketenangan batin yang luar biasa bagi mereka yang beribadah.

3. Tanda-Tanda dan Keutamaan

Berdasarkan berbagai riwayat, Lailatul Qadar sering dikaitkan dengan:

Terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan (21, 23, 25, 27, atau 29).

Suasana alam yang tenang dan sejuk, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Matahari pada keesokan harinya terbit dengan sinar yang redup atau putih, tidak menyengat.

Makna Bagi Kehidupan Sehari-hari

Bagi banyak orang, mencari Lailatul Qadar bukan sekadar ritual begadang, melainkan bentuk introspeksi diri dan penguatan hubungan spiritual. Di Indonesia, momen ini sering dirayakan dengan i’tikaf (berdiam diri di masjid), tadarus Al-Qur’an, dan memperbanyak sedekah.
Gus Kandar

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *