Lamongan.sebarwarts.com. 5/3/2026
Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya wahyu Allah SWT, yaitu Al-Qur’an, pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Ini menandai dimulainya ajaran Islam dan petunjuk bagi umat manusia. Ayat pertama yang turun adalah Surah Al-‘Alaq 1-5. Iqro (اقرأ) berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti “Bacalah“. Sebagai kata perintah (amr) dari akar kata qara’a, iqro mengandung makna luas, yaitu membaca, menelaah, mendalami, meneliti, dan mengetahui ciri sesuatu.
Berikut adalah penjelasan rinci mengenai Nuzulul Qur’an:
1. Pengertian Secara Bahasa dan Istilah
Bahasa: Nuzul berarti turun atau menurunkan, sedangkan Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam.
Istilah: Nuzulul Qur’an adalah fase atau cara diturunkannya Al-Qur’an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Sejarah dan Waktu Kejadian
Peristiwa Pertama: Wahyu pertama turun di Gua Hira (Jabal Nur) ketika Nabi Muhammad SAW berkhalwat (menyendiri).
Waktu: Umumnya diperingati pada malam 17 Ramadhan.
Proses: Al-Qur’an diturunkan secara bertahap atau berangsur-angsur selama kurang lebih 22 tahun 2 bulan 22 hari.
3. Tahapan Turunnya Al-Qur’an
Dari Lauh Mahfuzh ke Baitul Izzah: Al-Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia (Baitul Izzah) pada malam Lailatul Qadar.
Dari Baitul Izzah ke Nabi Muhammad SAW: Wahyu diturunkan secara berangsur-angsur oleh Malaikat Jibril sesuai dengan konteks peristiwa, dimulai pada 17 Ramadhan.
4. Makna dan Keistimewaan
Pedoman Hidup: Al-Qur’an diturunkan sebagai Hudan (petunjuk) dan penawar (penyembuh) penyakit hati bagi manusia.
Malam Mulia: Peringatan ini sering dikaitkan dengan malam yang penuh keberkahan, di mana malaikat turun ke bumi dan dosa-dosa diampuni.
Momentum Perubahan: Menjadi awal penyebaran ajaran Islam yang mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat beradab.
5. Amalan saat Nuzulul Qur’an
Umat Muslim biasanya memperingati malam ini dengan meningkatkan ibadah, seperti:
Nuzulul Quran, yang diperingati sebagai peristiwa turunnya wahyu pertama (Surah Al-Alaq 1-5) kepada Nabi Muhammad SAW pada malam 17 Ramadan, memiliki hakekat dan makna mendalam bagi kehidupan umat manusia.
Berikut adalah hakekat yang bisa diambil dari peristiwa Nuzulul Quran:
Al-Quran sebagai Petunjuk Hidup (Hudan lin-Nas)
Hakekat utama Nuzulul Quran adalah diturunkannya pedoman bagi manusia untuk membedakan antara yang benar dan yang salah (Al-Furqan), sehingga manusia memiliki arah hidup yang jelas menuju rida Allah.
Momentum Revolusi Mental dan Intelektual
Wahyu pertama “Iqra” (bacalah) menandai dimulainya era literasi, ilmu pengetahuan, dan berpikir kritis. Ini adalah titik balik perubahan dari peradaban jahiliyah (kebodohan) menuju peradaban yang beradab dan berilmu.
Pentingnya Memuliakan Al-Quran
Peristiwa ini merefleksikan kecintaan dan penghormatan umat terhadap Al-Quran. Hakekatnya bukan sekadar memperingati, tetapi meningkatkan intensitas membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Proses Perubahan Bertahap (Tadarruj)
Turunnya Al-Quran secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun mengajarkan bahwa perubahan perilaku dan penerapan hukum Islam tidak harus instan, melainkan memerlukan proses, tahapan, dan kemudahan untuk dipahami serta dihayati.
Sumber Rahmat dan Pemuliaan Manusia
Al-Quran diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Siapa pun yang berinteraksi dengan Al-Quran—membaca, menghafal, dan mengamalkannya—akan diangkat martabatnya dan dimuliakan oleh Allah.
Penyucian Jiwa (Tazkiyatun Nafs)
Turunnya wahyu di Gua Hira setelah Nabi Muhammad SAW melakukan tahannus (kontemplasi/menyendiri) mengajarkan pentingnya membersihkan jiwa dan menjauhkan diri dari pengaruh negatif lingkungan untuk menerima cahaya kebenaran.
Secara keseluruhan, Nuzulul Quran adalah pengingat agar manusia kembali kepada Al-Quran sebagai sumber inspirasi positif, pedoman hukum, dan petunjuk utama untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Gus Kandar









