Menguak Makna Hari Raya Ketupat

Opini31 Dilihat

Lamongan.sebarwarta.com, 24/03/2026
Hari Raya Ketupat, atau yang sering disebut sebagai Lebaran Ketupat, merupakan tradisi khas masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya di tanah Jawa, yang dirayakan satu minggu setelah Idul Fitri (tepatnya pada 8 Syawal).

​Berikut adalah ulasan mendalam mengenai makna filosofis di balik tradisi ini:
​Filosofi “Ketupat” dan “Ngaku Lepat”
​Secara etimologi, kata “Ketupat” atau “Kupat” dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari Ngaku Lepat (mengakui kesalahan).

​Pengakuan Dosa: Tradisi ini menjadi simbol kerendahan hati seseorang untuk mengakui kesalahan di hadapan sesama manusia.

​Laku Papat: Selain itu, kupat juga melambangkan empat tindakan (Laku Papat), yaitu:
​Lebaran: Usainya waktu puasa.
​Luberan: Melimpahnya sedekah dan pahala.
​Leburan: Habisnya dosa-dosa yang telah lalu.
​Laburan: Kembali bersih (putih) seperti kapur (labur).

​Simbolisme Anyaman dan Isi
​Bentuk fisik ketupat juga memiliki makna yang dalam dalam kearifan lokal:

​Anyaman yang Rumit: Melambangkan kompleksitas kesalahan manusia dan liku-liku perjalanan hidup.

​Janur Kuning: Berasal dari kata Sejatining Nur (Cahaya Sejati). Melambangkan kondisi manusia yang kembali ke fitrah atau suci setelah memenangkan perjuangan melawan nafsu.

​Isi Nasi Putih: Melambangkan kesucian hati setelah anyaman kesalahan (dosa) dimaafkan.

​Relevansi Sosial dan Budaya
​Dalam konteks berita masa kini, Hari Raya Ketupat sering disorot sebagai potret Ketahanan Sosial:

​Kenduri Bersama: Masyarakat biasanya membawa ketupat ke masjid atau balai desa untuk didoakan bersama. Ini memperkuat tali silaturahmi antar warga.

​Warisan Wali Songo: Tradisi ini pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga sebagai cara menyiarkan Islam melalui pendekatan budaya yang lembut dan mudah diterima masyarakat.

​Simbol Pengampunan: Menjadi pengingat bahwa hubungan baik dengan Tuhan (Hablum Minallah) harus dibarengi dengan hubungan baik antar manusia (Hablum Minannas).

​Sebagai catatan bahwa di beberapa daerah, Lebaran Ketupat juga menjadi penanda selesainya ibadah puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Gus Kandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *