Keutamaan Puasa 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadhan

Uncategorized31 Dilihat

Lamongan. sebarwarta.com 11/03/2026

Memasuki fase akhir bulan Ramadan, 10 hari terakhir merupakan momen yang paling dinanti oleh umat Muslim karena menyimpan keutamaan yang luar biasa. Berdasarkan tradisi Islam dan berbagai sumber terpercaya, berikut adalah ringkasan mengenai keutamaan dan amalan di periode istimewa ini.

  1. Adanya Malam Lailatul Qadar

Ini adalah keutamaan paling utama. Malam Lailatul Qadar disebut dalam Al-Qur’an (QS. Al-Qadr) sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Beribadah pada satu malam ini nilainya setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun. Malam ini biasanya jatuh pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir.

  1. Malam Pengampunan Dosa

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR. Bukhari & Muslim). Ini adalah kesempatan “pembersihan” spiritual sebelum menyambut Idulfitri.

  1. Contoh Kesungguhan Rasulullah SAW

Pada 10 hari terakhir, Rasulullah SAW memberikan teladan dengan meningkatkan intensitas ibadahnya melebihi hari-hari sebelumnya. Aisyah RA menceritakan bahwa beliau “mengencangkan ikat pinggang” (bersungguh-sungguh), menghidupkan malam dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya agar tidak terlewat keberkahan tersebut.

  1. Turunnya Para Malaikat ke Bumi

Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat termasuk Malaikat Jibril turun ke bumi untuk mengatur segala urusan dan membawa rahmat serta kesejahteraan bagi hamba-hamba Allah yang sedang beribadah.

  1. Amalan yang Dianjurkan

Untuk meraih keutamaan di atas, para ulama menganjurkan beberapa amalan utama:

  • Iktikaf: Berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah.
  • Qiyamul Lail: Memperpanjang salat malam (Tahajud, Witir, dll).
  • Tadarus Al-Qur’an: Meningkatkan intensitas membaca dan merenungi makna ayat suci.
  • Memperbanyak Doa: Khususnya doa yang diajarkan Rasulullah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku). Gus Kandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *