Jasad Korban Tenggelam Sungai Bengawan Solo Berhasil Ditemukan Pada Pencarian Hari ke Dua

Berita89 Dilihat

Lamongan,sebarwarta.com

Hari ke dua pencarian anak tenggelam di Sungai Bengawan Solo yang dilakukan oleh Tim Polres Lamongan bersama instansi terkait akhirnya tidak sia-sia. Upaya yang dilakukan membuahkan hasil, korban berhasil ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Kasihumas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid,S.Pd membenarkan penemuan tersebut.

“Pada Rabu petang, (04/02) pukul 17.20 wib, Tim Gabungan dari Polres Lamongan bersama instansi terkait berhasil menemukan korban atas nama Ananda MN (13) yang sebelumnya dilaporkan hilang, korban kami temukan dalam keadaan meninggal dunia” ungkapnya.

Korban mengalami tenggelam pada Selasa, (03/02), saat mandi bersama temannya di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di kawasan Babakan Taman Mahoni, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran.

Penemuan korban merupakan hasil kerja keras dan sinergi tim gabungan yang sejak pagi hari melaksanakan pencarian secara intensif.

“Jenazah korban ditemukan di sekitar pintu air Babat barage, dengan jarak kurang lebih 300 meter dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.” lanjutnya.

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi oleh petugas dan dilakukan penanganan sesuai prosedur.

Sebelumnya, pada hari kedua pencarian, Kapolsek Sekaran IPTU Ahmad Zunaedi, S.IP. bersama Kasat Polair AKP Guntur telah memimpin apel pencarian yang melibatkan unsur Polri, Basarnas, BPBD, Satpolairud, serta masyarakat setempat.

Dalam pencarian tersebut dikerahkan tiga unit perahu karet, masing-masing dari Basarnas Bojonegoro, BPBD Kabupaten Lamongan, dan Satpolairud Polres Lamongan.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah Ananda MN telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk pemakaman sebagai mana mestinya.

Pihak kepolisian melalui Kasihumas Polres Lamongan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau kepada masyarakat.

“Khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai atau perairan terbuka, terlebih pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat.” imbaunya.

Dari peristiwa naas yang dialami bocah tersebut, mengingatkan pada semua masyarakat bahwa bahaya bisa terjadi kapan saja dan dimana saja terlebih pada tempat yang berpotensi membahayakan, untuk itu meningkatkan kewaspadaan sangat penting dan selalu memohon keselamatan kepada Sang Pencipta dan selalu berhati-hati. Kand

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *