Menu Tepat Berbuka Puasa Ramadhan

Kesehatan34 Dilihat

Lamongan.sebarwarta.com – Momen berbuka puasa seringkali menjadi ajang “balas dendam” setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, para pakar kesehatan mengingatkan bahwa pemilihan menu yang sembarangan dapat menyebabkan masalah pencernaan hingga penurunan kebugaran. Lantas, bagaimana menyusun menu berbuka puasa yang tepat?

1. Awali dengan Hidrasi dan Karbohidrat Sederhana

Langkah pertama yang paling krusial adalah mengembalikan kadar gula darah secara perlahan. Sunnah memakan kurma bukan tanpa alasan medis.

Kurma: Mengandung gula alami dan serat yang memberikan energi instan tanpa membebani kerja lambung.

Air Putih: Hindari air es yang terlalu dingin karena dapat mengejutkan lambung. Air suhu ruang atau hangat lebih disarankan.

2. Hindari “3-G” Berlebihan (Gula, Garam, Gorengan)

Meskipun gorengan menjadi primadona, mengonsumsinya secara berlebihan saat perut kosong dapat memicu asam lambung dan membuat tubuh terasa lemas (food coma).

Gula berlebih: Minuman terlalu manis menyebabkan lonjakan insulin yang cepat turun kembali, membuat Anda cepat merasa haus.

Gorengan: Lemak jenuh sulit dicerna dan memperlambat metabolisme setelah seharian berpuasa.

3. Komposisi Piring Nutrisi

Setelah shalat Maghrib, lanjutkan dengan makan besar yang seimbang:

Karbohidrat Kompleks: Nasi merah, ubi, atau gandum untuk energi yang tahan lama.

Protein Berkualitas: Dada ayam panggang, ikan, atau protein nabati seperti tempe dan tahu.

Serat: Sayur-sayuran hijau sangat penting untuk melancarkan pencernaan yang cenderung melambat saat puasa.

4. Tips Mengatur Porsi

Gunakan prinsip “makan secukupnya”. Lambung memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang ke otak. Makan terlalu cepat akan membuat Anda merasa begah dan malas untuk melaksanakan ibadah tarawih.

Takjil

3 butir kurma/yang manis-manis + 1 gelas air putih

Setelah Maghrib

Sup sayuran + Ikan pepes + 1/2 porsi nasi

Setelah Tarawih

Buah-buahan segar atau segenggam kacang almond

Dengan mengikuti pola makan yang tepat, puasa bukan lagi menjadi penghalang untuk tetap produktif. Kuncinya bukan pada seberapa banyak yang dimakan, melainkan seberapa berkualitas nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

Oleh: Gus Kandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed